Hello.

Mar 6, 2010

MANAJEMEN PEMERINTAHAN

MANAJEMEN PEMERINTAHAN

Mendra Wijaya, M.Si, Kybernolog

1

PENDAHULUAN

Pengetahuan manajemen telah berkembang bukan hanya sebagai seni tetapi telah menjadi suatu disiplin ilmu. Perkembangan dan pemikiran ilmu pengetahuan manajemen dapat dilihat dari model pendekatan sistem.[i] Model pendekatan sistem dapat diketahui melalui mazhab-mazhab yang telah diperkaya oleh bermacam-macam pendekatan, berkembang menjadi suatu ilmu melalui aneka fungsi manajemen yang dikenalkan dengan : Planning, organizing, actuating, dan controlling.[ii]

Dalam perkembangannya, ilmu manajemen telah dipengaruhi berbagai disiplin ilmu, misalnya : ilmu sosiologi, ilmu hukum, ilmu ekonomi, ilmu politik serta berbagai ilmu lainnya. Proses perkembangan ini mendorong lahirnya manajemen dalam berbagai lintas disiplin ilmu.

Selain perkembangan manajemen dikemas dalam sebuah model pendekatan sistem ada beberapa evolusi manajemen yang dibagi menjadi empat generasi yaitu : Manajemen dengan Tindakan (Management by Doing), Manajemen dengan Pengarahan (Manegement by Directing), Manajemen berdasarkan Hasil (Management by Result), serta gabungan ketiganya (The Joiner Triangle).[iii] Generasi keempat merupakan generasi yang paling modern, karena menggabungkan konsep-konsep generasi sebelumnya. Pendekatan yang dilakukan pada unsur-unsur penting dalam manajemen yaitu kualitas, keilmuan, dan kelompok (team).

Seluruh komponen yang dibangun adalah untuk memecahkan berbagai masalah semata. Bukan berarti seluruh masalah dapat diatasi dengan manajemen, tetapi manajemen menjadi pisau analisis dan jembatan menuju pemecahan masalah. Berbicara masalah perkembangan manajemen, dalam konteks kehidupan bernegara khususnya pemerintahan, maka dibangunlah Manajemen Pemerintahan. Dengan mengkombinasi berbagai teori yang telah ada hingga pelaksanaannya untuk memecahakan permasalan yang terjadi di pemerintahan.

Bangsa Indonesia yang terdiri lebih dari 300 etnis memiliki peluang untuk mengembangkan konsep-konsep manajemen yang eksotis sehingga memiliki brand image yang kuat dimata internasional. Para pemikir dan generasi muda memiliki tanggungjawab yang besar untuk dapat mengembangkan kekayaan budaya semacam itu, yang merupakan sumber daya yang bersifat dapat diperbaharui (renewable resources).[iv]

Keinginan Bangsa Indonesia saat ini adalah perubahan dari segala aspek. Keterpurukan yang terjadi selama ini membuat masyarakat jenuh dan sedikit apatis sehingga perubahan menjadi sebuah kerinduan yang luar biasa. Perubahan sosial cenderung mempengaruhi berbagai manajemen yang dijalankan pada berbagai jenis organisasi. Dalam organisasi yang dipandang sebagai wadah kerjasama untuk mencapai tujuan menjadikan manajemen sebagai intinya.

Organisasi dapat diibaratkan sebagai suatu organisme hidup (living organism) yang selalu berubah dan berkembang sesuai dengan perubahan lingkungannya. Ada organisasi yang cepat beradaptasi terhadap perubahan, adapula yang lebih lambat. Organisasi pemerintah termasuk dalam kategori yang lambat menghadapi perubahan, begitu pula dengan manajemennya.[v] Dalam konteks organisasi masalah utama pembahasan adalah unit kerja. Tetapi mengapa seperti yang diuraikan diatas organisasi pemerintah terkenal lamban?

2

PENGERTIAN MANAJEMEN

Istilah manajemen datang dari bahasa Inggris management. Istilah ini terbentuk dari akar kata manus, yang berarti tangan. Kata manus berkaitan dengan kata menage yang berasal dari bahasa latin mansionaticum yang berarti pengelolaan rumah besar. Manajemen mempelajari bagaimana menciptakan effetiveness usaha (doing right things) secara efficient (doing things right) dan produktif, melalui fungsi dan siklus tertentu, dalam rangka mencapai tujuan organisasional yang ditetapkan.[vi]

Memahami konsep manajemen pemerintahan berarti kita dituntut untuk mempelajari dari seluruh komponen-komponen yang terdapat dalam manajemen pemerintahan[vii] misalnya kekuasaan (power), pemerintahan (government), maupun pelayanan (service) yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat pada umumnya, untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara yang bersangkutan.

Manajemen pemerintahan adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan dan berfungsi sebagai alat atau perangkat lunak (software) yang berada dalam mind atau pikiran manusia dan dapat digunakan untuk memperlancar aktivitas pemerintah. Aktivitas pemerintah dalam suatu negara meliputi, (1) Technical activities, (2) Commercial activi­ties, (3) Financial activities, (4) Security activities, (5) Accounting activities, (6) managerial activities. Sedangkan untuk penyelenggaraan negara yang dilakukan oleh pemerintah perlu ditambah dua jenis aktivitas lagi yaitu, (1) pertanggung jawaban (accountability) dan (2) pelayanan (service) kepada masyarakat secara adil dan merata.[viii]

3

KONSEP MANAJEMEN PEMERINTAHAN

Perkembangan manajemen telah memasuki generasi kelima. Seperti apa yang telah diuraikan dalam pendahuluan pada tulisan ini. Setiap generasi dari pekembangan ma­najemen dapat diambil intisarinya sebagai berikut :[ix]

1. Generasi pertama, Pre-personnel Management, pada generasi ini belum dikenal adanya kebutuhan manusia yang dikelola secara khusus. Dikala itu manusia dipandang sebagai salah satu faktor produksi. Apabila manusia sudah tidak mampu menghasilkan suatu produksi yang diisyaratkan, maka perusahaan atau organisasi memberhentikannya.

2. Generasi kedua, Personel Management, pada generasi kedua manajemen ini telah memberikan dan mengindahkan tuntutan kebutuhan secara asasi bagi manusia dalam suatu perusahaan atau organisasi tertentu. Perkembangan manajemen ini telah terjadu kepedulian kepada hak-hak manusia dengan ditandai dibentuknya Sekretaris Kesejahteraan (Social and Welfare secre­tary).

3. Generasi ketiga, Human Resources Mangement, dengan perkembangan kompetitif yang tinggi dikalangan perusahaan atau organisasi lainnya menjadi acuan untuk menciptakan pengelolaan sumber daya manusia secara efisien dan efektif. Perilaku dan motivasi kerja manusia menjadi isu sangat penting dalam kehidupan perusahaan atau organisasi.

4. Generasi keempat, Strategik Human Resources Mangement, pada perkem­bangan generasi keempat ini dipengaruhi dari munculnya istilah manajemen strategikkk untuk mengatasi berbagai hambatan atau masalah yang muncul dalam suatu perusahaan atau organisasi lainnya akibat dari persaingan yang semakin ketat.

5. Generasi kelima, Brainware Management, pada generasi manajemen kelima ini berkembang pada dekade 1990-an dimana tuntutan kegiatan belajar bagi setia orang, organisasi, perusahaan sampai kepada bangsa menentukan keberhasilan mempertahankan kehidupannya dalam era persaingan. Ke­mampuan otak manusia akan menjadi kuat apabila melalui suatu proses belajar. Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat ini sangat diperlukan kecerdasan otak manusia baik kecerdasan emosionalnya maupun kecerdasan intelegensi atau intelektualnya.

Negara sebagai suatu organisasi mempunyai aktivitas atau kegiatan yang beraneka ragam jenisnya dan tuntutan dari warga negaranya beraneka ragam pula sesuai perkembangan lingkungan internal maupun lingkungan eksternal yang dialami oleh setiap warga negara. Tuntutan warga negara ini senantiasa di­tujukan kepada pengelola negara itu yang diistilahlahkan pemerintah. Untuk kelancaran pengelolaan negara dibutuhkan manajemen pemerintahan yang handal untuk menjamin kesinambungan proses kegiatan bagi seluruh warga dalam negara yang bersangkutan.

Pelaksanaan aktivitas kenegaraan akan berjalan efektif bila ditunjang pe­nerapan manajemen strategikkk (management strategik) dengan memegang teguh pada prinsip manajemen (management prinsiple) terutama pada perencanaan yang matang, emplementasi (pelaksanaa) yang lancar, pengawasan yang dida-sari kejujuran dan keadilan, serta penilaian yang dilakukan secara obyektif. Kegagalan suatu aktivitas negara disebabkan ketidak tepatan menetapkan manajemen strategik sehingga tidak dapat memproyeksikan kondisi yang tepat pada masa datang.

Manajemen pemerintahan merupakan Values as object oriented activity, yang dilakukan oleh perangkat pemerintahan.[x] Tindakan (action) pemerintah senantiasa harus berorientasi kepada nilai-nilai obyektif yang menjadi falsafah bagi negara yang bersangkutan. Indonesia sebagai negara ber­daulat memiliki falsafah hidup adalah pancasila dan nilai-nilai lainnya yang berla­ku dalam kelompok-kelompok masyarakat tertentu yang menjadi kekayaan budaya bagi bangsa Indonesia. Kedua jenis nilai ini pemerintah berkewajiban dan bertanggung jawab untuk kelestariannya.

Manajemen pemerintahan ditinjau dari segi obyek materinya merupakan perangkat lunak (software) yang meliputi beberapa komponen yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Keterkaitan secara utuh dari setiap komponen manajemen aparatur akan melahirkan kecerdasan manusia yang mempelajarinya. "Manusia memiliki dua otak yaitu otak rasional dan otak emosional, demikian juga kecerdasan yaitu kecer­dasan rasional dan kecerdasan emosional".[xi] Kedua jenis otak tersebut akan melahirkan manajemen pemerintahan yang handal.

Selain obyek materi manajemen pemerintahan tersebut di atas, juga me­miliki obyek forma yang diistilahkan dengan perangkat keras (handware) yaitu suatu bangunan yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan "untuk membentuk suatu kekuatan yang tangguh dari bangunan tersebut".[xii] Pengertian bangunan disini antara lain kondisi fisik manusia yang melaksanakan aktivitas manajemen pemerintahan.



End Notes :

[i] Winardi dan Nisjar (1997) dalam Sufian, Administrasi dan Manajemen Pembangunan, Multi Grafindo, Yogyakarta, 2005, hal. 26

[ii] Terry, G.R, Principles of Management, Georgetown, Ontario : Irwin- Dorsey Limited, 1975, hal. 191.

[iii] Joiner, Brian L, Fourth Generation Management : The New Bussiness Conciousness, 1994, 9.2 pp 321-329 dalam Sufian, ibid, hal. 27. Mengenai perkembangan tersebut, juga dibahas tentang proses perkembangan, yang mendorong lahirnya manajemen gaya Amerika dan manajemen gaya Jepang. Tetapi dalam prakteknya kedua gaya ini tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dan tidak dapat berlaku umum.

[iv] Sadu Wasistiono, Kapita Selekta Manajemen Pemerintah Daerah, Edisi Revisi, Fokus Media, Bandung, 2003, hal. 3.

[v] Sadu Wasistiono, ibid, hal. 15.

[vi] Taliziduhu Ndraha, Kybernologi : Ilmu Pemerintahan Baru Rineka Cipta, Jakarta, 203, hal. 159.

[vii] Harmon, Michael M., and Richard T. Mayer, Organization Theory For Public Administration, Uttle, Brown and Company, 1986

[viii] Dessler, Gary, 1990, Organization Theory Integrating Structure And Behavior, Prentice - Hall, Inc. Englewood Cliffs, New Jersey, 1990, hal. 19-20

[ix] Bahaudin, Taufik, Brainware Management, Generasi Kelima Manaiemen Manusia, Memenangkan "Knowledge to Knowledge Competition" Me­nyongsong Era Millenium, Gramedia, Jakarta, 1999, hal. 8-28.

[x] Bellone, Carl J, Organization Theory And The New Public Administration, Allyn And Bacon. Inc, Boston, 1980. hal. 57.

[xi] Bahaudin, ibid, hal. 179.

[xii] Winardi dan Nisjar, ibid, hal. 53.

0 komentar

Post a Comment